19 November 2016

KAMU - 별빛

Hai.. iya kamu.
ini tulisan aku yang berisi tentang kamu.

pada tanggal ini kamu mengenalkan namamu begitu saja dengan suaramu dan semyumanmu itu, semua berlalu tanpa pernah ku ingat. ya, awalnya begitu sederhana bukan? tapi kamu sekarang menjadi salah satu sosok alasanku tersenyum.

aku mengenalmu sebagai senior dikelas akuntansi, yang dulu ku anggap kelas itu sebagai hukuman ku kerena mengecewakan orangtuaku tapi karena kelas akuntasi aku mengenal kalian terutama kamu. dulu aku kira, aku tak akan pernah senyum lepas dikelas itu, karena semua terlalu sibuk tentang dirinya sendiri, tanpa pernah peduli sekelilingnya namun kini aku punya alasan untuk tersenyum dikelas.

kalian menjadi alasan aku untuk selalu masuk, dan terutama kamu. ya kamu. awalnya semua pembicaraan dan perhatian yang datang darimu kala itu hanya ku anggap sebagi hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa, namun tiba-tiba kehadiranmu membawa perasaan lain. aneh, rasa yang sulit aku cerna.

kamu dan aku, kita. begitu cepat dan tanpa basa basi, aku melihatmu dan mengenalmu. kita bercanda, kita tertawa dengan hal-hal konyol yang kita lakukan, kita membicarakan pembincaraan absurd. aku bingung kenapa aku bisa seleluasa ini.

Rasanya aneh, semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba dekat dan merasakan perasaan yang aneh (mungkin hanya aku). setiap hari dekat denganmu rasanya jadi berbeda dan tak lagi akan sama seperti dulu. kamu mengubah hari-hariku begitu banyak bukan hitam dan putih yang menjadi warna hariku lagi kini, lebih bewarna. seakan semua terasa begitu ajaib. Entahlah..

maka jelaskan padaku kenapa kamu datang? apakah kamu hanya sebatas penasaran? atau apa?





2 Januari 2016

- 가슴이 아파 -

"Ra, bagaimana jika cinta adalah metafora dari luka dan segala tentangmu adalah duka??"

 ini bukan tulisan yang tertuju padamu, ini hanya ceritaku. aku hanya ingin menulis sesuatu yang mungkin saja bisa menerjemahkan perasaan yang tak beraturan. bukan apa-apa ini hanya beberapa perasaan yang bodoh terhadapmu.

aku? aku seperti orang bodoh ntahlah aku tak pernah seperti ini. kadang kala aku masih sering menangisi, mungkin semua sudah berakhir tapi kenangan pahit tak pernah usai. semua masih terbayang dengan jelas, terkadang masih terasa sakit. mungkin , ini rahasia yang tak pernah kamu ketahui. aku terus berpikir kenapa dia bisa mengambilmu dari ku, bisa membuat semua yang kita lalui tak ada artinya, mungkin aku tak semenarik dirinya, mungkin aku tak sebaik dirinya. Kamu tahu!! setiap kenangan itu muncul bersamaan dengan sesaknya dadaku yang membuat aku gila.

aku? kenapa? aku hanya merasa sedih.
"jika kamu takpernah memamerkan hubungan kita, berarti ada seseorang yang lain yang hatinya sedang dijaga. jika kamu tak pernah mengenalkan pada duniamu, berarti ada seseorang lain yang telah ada dalam hidupmu." ntahlah......... :(

aku? terluka? menurutmu?
maaf, masih ingat percakapan kita tentang dunia kerjamu, kota kedua mu? kamu menggajak aku kesana, aku selalu mempunyai jawaban yang sama "ngak, kamu aja yang ke cianjur". kamu tahu alasanku? kenapa jawabannya selalu sama dan ada apa? mungkin untuk sekarang aku tidak mau kesana kota itu yang membuatku ingat bagaimana rasa sakit itu dan setiap kamu kesana kekhawatiranku semakin menjadi-jadi, aku tahu kamu harus kesana untuk bekerja, untuk masa depanmu. hahahaha mungkin aku kekanak-kanakan.

hari ini, hari kedua ditahun baru yang harusnya aku menangis karena hal simple aku menemukan percakapan kamu dengannya, percakapan aku dengannya dimana dia menyatakan 'kalo kamu single mungkin akan berbeda cerita' dan aku menemukan fotonya seseorang yang membuatmu kagum dan melebihi aku. kamu tahu aku menangis didepan adik laki-laki, wajahnya lucu penuh tanda tanya "apa yang terjadi dengan kakaku", "apa yang harusku lakukan" aku rasa itu pertanyaan yang diotaknya, dan dia hanya diam melihatku, dan lalu mengalihkan perhatiannya. apa aku sebodoh itu?

orang yang melukaimu adalah obat dari lukamu. - critical eleven 
mungkin ini yang bisa kupercayai


dari perempuang yang bodoh,
 Namun tak menyesali rasa sayangnya, 
yang begitu besar padamu.


17 Oktober 2015

Mean not MINE

Sakit.
Hancur.
Diam.

Harusnya aku tak pernah menghubungimu lagi, namun aku tak bisa. Kenangan manis itu terus menawarkan ku untuk menggulang kembali, memberiku alasan untuk menghubungimu lagi dan lagi tak dapat mengabaikan line dari mu. Aku sekuat tenaga berusaha untuk mengabaikan kamu namun aku tak mampu mungkin blum. Tahu kah kamu pesek aku sering berusaha untuk mengabaikan mu namun sering gagal, hahaha malah karena hal sepele chatmu yang simple yang meruntuhkan dinding yang ku buat “gendut, cara liat jadwal ujian gmn” itu isi chatmu.

1 tahun 10 bulan 14 hari 12 jam kamu yang menjadi segalaku, menjadi pusat perhatianku (dulu). Sosokmu telah melekat begitu dalam. Kamu berhasil membuatku lupa pada masa laluku, lupa bahwa aku pernah punya luka, dan kamu berhasil membuat lupa bahwa kamu bisa saja menjadi alasan aku terluka, ya luka yang aku rasakan saat ini. Sekarang, aku merasa menjadi gadis paling tolol yang tiba – tiba lemah karena tersakiti.Kamu menghancurkan apa yang dibangun dengan mudahnya, kamu remukan semua tanpa pikir panjang, dan aku memang bukan siapa siapa bagimu hanya seseorang tak berarti hanya seseorang yang bawel dan menjengkelkan. maaf.

Kamu tidak akan pernah tau rasanya jadi aku. Jadi orang sulit bernapas, kamu tak pernah tau rasanya jadi orang yang paling menderita karena dibohongi sejauh ini, jauh. Haha mungkin aku terlalu lebay ya? 

Mungkin aku penghalangmu bersama dia, maafkan aku.

Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.

 Dari aku yang menyayangimu.

16 September 2015

Siapakah aku? aku hanya ada di mata kirimu

sayang, cinta, perhatian? sebenarnya siapa yang membuat kita kecewa? kita sendiri! kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. mau secanggih apapun orang lain memupuk harapan. mau secanggih apapun pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau KITA SEMPURNA MENGENDALIKAN HATI, NO PROBLEM AT ALL. - Tere Liye. 

ya harusnya seperti itu, tapi aku? aku tidak bisa mengendalikan, aku tidak sepandai itu dalam mengedalikan hati. ketika aku mencoba dan hanya ada kecewa. bukankah tak ada api yang menyala jika tak ada yang menyalakannya? aku di dalam sebuah hubungan yang hangat yang kini haaaah .. ntahlah terasa asing. kamu datang sesuka hati lalu menghilang sesukamu, aku tahu sayang aku bukan satu - satunya. KAMU TAHU APA YANG AKU RASAKAN???!!!!!!  HANCUR!!!! aku diam dalam sesak rasanya aku ingin memaki mu, memukul mu tapi apa yang aku lakukan? Diam. 

AKU KURANG APA? APA SALAHKU? kamu tahu sayang banyak pertanyaan yang mencambuk hatiku, ya yang aku tahu adalah aku tidak lebih dari dia. aku hanya ada dimata kirimu ketika kamu butuh.  tak terlihat dan tak beharga. duniaku berputar dengan cepat orang yang aku banggakan, orang yg aku sebut dalam ceritaku, orang yang menghancurkan hati.

seandainya aku bisa menggontrol perasaanku, seandainya. mungkin ketika aku tahu ada yang lain. mungkin mataku tidak panas, tanganku tidak  bergetar dengan kencang, dan aku tidak akan ada didalam kekalutan ini.

terima kasih, telah memberikan luka yang paling dalam.

2 November 2014

My best, hope you have a fabulous day


“kamu yang menjadi bagian dariku”


Ini bukan kisah cinta dan ini bukan kisah sedih ini suatu yang membanggakan. kamu.

Kamu yang selalu ceria tertawa dengan lepas dengan suara unik mu, yang sedikit cempreng, kamu yang bermata sipit, bertubuh ideal mempunyai bahu yang kuat untuk ku, mendengar segala apa yang ingin aku utarakan, tentang kamu, kita, dia, mereka dan dunia ini. Kau tak pernah bosan dengan senyum hangat itu membuat hidup ini lebih banyak cerita tentang kebodohan mungkin ketololan kita. Terlalu banyak yang kita lakukan terlalu banyak kenangan. Aku , kamu yang mulai berjarak ini bukan jarak yang memisahkan ini membuat kita semakin kuat.  Jika aku bercerita bagaimana tentang kita mungkin tulisan ini bisa 1000 halaman mungkin jutaan haha okey itu lebay. Waait baby bukannya ngak mau menulis dengan rangkain kata yang membicarakan dunia kita, aku hanya ingin membuat paragraph yang efektif dan pentingnya hari ini.

Selamat ulang tahun dan selamat untuk umur mu yang berkepala dua, sahabat. Saatnya kamu harus melepas sikap kekanak-kekanakan mu, menghilangkan keegoisan mu, lebih bersabar dalam menyikapi sesuatu. Kamu yang kini mulai memasuki dunia orang dewasa, yang katanya tak ada lagi pengantar tidur yang menghilangkan tangis. Kini semua sikap dan karya mu yang diliat sebuah kemampuan yang terus di uji. Tapi dimata ku, kamu sosok yang luar biasa. Aku bukan seorang tuan putri yang bisa memberikan mu seuntai berlian, aku hanya sahabatmu yang selalu mendoakan mu yang terbaik penuh harap padamu.

Kamu yang sudah menuai, umurmu yang bertambah satu, jadi apa yang kamu doakan pada tuhan? Apa yang kamu harapkan kedepannya? Kalau aku, aku ingin kamu selalu berbahagia, tak lagi menangis karnanya, tuhan yang selalu menjaga mu. Semoga kamu tetap bersinar dengan caramu yang sederhana tapi memesona. Selamat ulang tahun sahabaku DILLA SELVYA REZTI.

               


-        *  Dari sahabat yang  membanggakanmu

15 April 2013

Untuk mantanku dan kekasih barunya






Aku menulis ini bersama rasa sakit ku yang tidak benar-benar kamu pahami.  Aku menulis dengan wajah yang kamu benci, berujung pada perasaan yang tidak berhasil kamu tebak. Mengertilah kamu, perjuanganku juga butuh kepedulianmu?!
Entah karena kau yg terlalu bodoh untuk menilai hati ini atau terlalu egois untuk memakluminya.  Aku sudah menunggu lama , mengharapkan pengertianmu ke arahku!  Tapi, hal itu tidak kunjung ku temui. Kamu masih begitu, dengan omonganmu, dengan tingkahmu yang tak berubah.
Apakah yang kulakukan benar-benar tak terlihat di matamu? Kau mengetahui segalanya kan?!!!! Mengapa hanya diam dan bisumu yang selalu kudapati setiap harinya?
kamu tahu, setiap malamku selalu ku isi dengan kenangan dan ingatan.  kenyataan  yang harus ku terima, kau tak disampingku, entah untuk menenangkan hatiku dan merangkul sepi ku. Aku harus apa?  Dengan sikapmu  yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangkan mu?  Aku tak tahu , jadi jangan kau tanyakan padaku kenapa aku bisa sayang dan butuh kamu karena aku pun tak memahami itu bisa terjadi.
Langkahku terus mencoba menggapaimu, jemariku merasa menggenggam  tanganmu ; namun, ternyata semua kosong . kukira , percakapan kita adalah hal yang special bagimu. Kusangka , semua perlakuanmu terhadapku adalah bukti  bahwa kau menganggapku istimewa. Nyatanya, aku salah menafsirkan. Bagimu, aku bukan siapa – siapa dan tak berarti apa-apa.
Aku mencoba menahanmu pergi tapi tak bisa. Ternyata, aku  belum benar-benar  memahamimu. Ternyata, aku belum benar-benar mengenalmu.
Apakah hatimu tak tersentuh sedikitpun? Hingga kau melihat aku disini. Tidak mungkin hatimu begitu buta untuk  mengartikan ini, apa hatimu sengaja kau tutup rapat untukku? Apa matamu sengaja kau butakan agar tak membiarkan aku terlihat diretinamu?
Atau, kau ingin pergi dan melupakan semua hal yang pernah terjadi? Dan tak akan kembali? Itu yang kau maksud dengan kata “masing-masing”? trus apa arti kata menunggu yang kau lontarkan.
Ternyata bukan kamu yang bodoh, tapi aku lah yang bodoh. Selama in aku yang menyangkal kenyataan , aku yang tak pernah siap akan kehilangan mu.
Aku tak akan bisa menahanmu pergi.  Bahkan ketika kamu memilih habiskan kebahagianmu bersama yang lain. Kemudian membiarkan aku sendirian. Tanpa mengucapkan pisah.
Hingga saat ini aku masih merasakan sesak yang sama setiap harinya. Aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan sesedih ini, aku berusaha sekuatnya menghindari air mata ini. Kau tahu, aku adalah wanita yang tak pernah kuat melawan rasa sedihku.
****
Hai.. kamu ya kamu wanita yang saat ini bersamanya, aku tak tahu apa kah kamu mendengar tentang ceritaku dan dia atau tidak, tapi yang harus kamu ketahui seberapa dalam perasaanku. Kini, Aku dan dia tak seperti dulu . sapaannya tak semanis dulu, senyum dan tawanya bukan untukku lagi tapi untukmu, kekasih barunya.  Aku terlalu banyak diam,  memendam dan tak bertindak, mungkin  disitulah kesalahanku. Terlalu egosi untuk semuanya.  Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambinghitamkan siapa pun. Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah?
Senjak saat  itu aku jadi malas tersenyum dan berbicara banyak hal tentang perasaanku pada oranglain. Aku malah semakin belajar untuk menutup rapat – rapat mulutku pada saat perasaanku minta diledakan dengan curhat-curhatan kecil. Ini aku yang sekarang.
Berbahagilah kamu dengannya pria yang selalu aku bawa dalam cerita-ceritaku, dalam ingatanku, dan dalam doa ku. Pria yang bagiku terlalu misterius yang tak bisa ku mengerti jalan pikirannya dan tak akan pernah kugapai. Setiap aku melihat foto berduamu dengannya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri; bahwa aku juga harus ikut berbahagia melihatmu dengannya. Aku harus ikhlas dan aku tahu aku tak pernah menjadi pilihannya.
Tenanglah, aku sudah mulai melupakannya. Aku tak ingin ingatanku dan perasaanku yang dulu begitu besar pada masa lalu menjadi penyiksa untuk kebahagianku kelak. Aku hanya berusaha mengerti yang terjadi dan berusaha pasrah dengan kenyatan yang harus ku terima. Aku tak ingin membohongi dan dibodohi dengan kesemuan yang bahagia, lebih baik kenyatataan yang memuakan tapi penuh kejelasan.
Aku mohon, jagalah dia  dengan  susah payah, dengan sekuat tenagamu. Aku ingin kebahagiannya terjamin olehmu. Aku ingin dia bahagia bersamamu. Disini , aku tak bisa berbuat banyak, selain membantu dalam doa.
Aku tak sempat membuat  dia tersenyum. Tolong, inilah permintaanku yang terakhir, setelah ini aku tak  akan mengganggumu; bahagiakan dia, buatlah dia tersenyum, dan biarkan saja dia tak mengetahui ada yang diam-diam terluka disini.
Selamat tinggal dan berbahagialah kalian. Aku ikut bahagiam untuk mantanku dan kekasih barunya.

14 Desember 2012

Apakah aku tetap menjadi bidadarimu?



“Aku bukan pasangan yang sempurna.
Menurutmu aku hanya bisa ngambek, hanya bisa marah, selalu melarangmu, selalu menyalahkanmu. Mungkin caraku salah, tapi itu kulakukan semata-mata karena aku sayang padamu.
Aku tak mau kehilanganmu, untuk teralihkan perhatianmu saja aku tak rela.
Tapi kau terlanjur menganggap perhatianku yang berlebihan sebagai gangguan dalam hidupmu.
Jika kau muak padaku, maka usir aku dari hatimu. Kutelan sakitku dan aku akan pergi jika itu membuatmu senang. Tapi jika suatu saat nanti kau merindukanku dan menawarkanku cintamu lagi, maka saat itu aku sudah tak dapat menerimamu lagi, bahkan untuk menjadi temanmu saja aku tak bisa.
Maafkanku.”
            Itu sms dari ku untuk mu kekasihku, itu bukan tak beralasan. Itu yang kurasakan. Kau semakin cuek seakan tak melihat aku disini yang terus menantimu. Terkadang aku lelah tapi aku selalu mengguatkan diriku. Ketika aku minta perhatian kecilmu kau bilang aku terlalu manja, dan ketika aku minta waktumu untuk aku bisa mendengar suaramu kau bilang kau lelah. Aku rindu.
            Ketika kau butuh aku, aku akan selalu berusaha menampilkan aku ada dimanapun kau butuh, walau aku harus menggorbankan waktu dan kesempatan. Apa aku harus terus menunggumu? Hingga aku mulai lelah?. Aku ada untukmu.
            Apakah aku terus menjadi bidadarimu? Apakah aku terus menjadi yang utama?.
Kau selalu mengatakan aku adalah bidadari yang diberikan malaikat untuk menemani hidupmu, kau selalu mengatakan aku adalah wanita sempurna dimatamu, kau selalu mengatakan aku akan menjadi ibu dari anakmu, dan kau selalu mengatakan kau selalu membutuhkanku.
Membutuhkan tatapanku, membutuhkan senyumku, dan kau membutuhkan pelukku. Tapi aku bukanlah pasangan yang sempurna seperti bayanganmu.
Aku adalah kekasih yang penuh dengan kekurangan, kau bilang kita akan saling melengkapi?.
Cintaku, apakah kau merasa apa yang aku rasakan? Coba pikirkanlah cintaku.
Aku lelah kau abaikan.
            Aku rindu malaikatku yang dulu, aku rindu segalaku yang dulu. Dia yang penuh senyum untukku, dia yang penuh kehangatan untukku, dia yang punya waktu dan perhatian untukku walau aku terlihat bodoh dimatanya. Aku suka caranya tersenyum,aku suka caranya dia tertawa,aku suka caranya menatapku dan aku paling mencintai caranya ketika dia bilang “aku adalah bidadarinya”.